KHUTBAH IDUL FITRI DAN IDUL ADHA TERBARU DAN TERLENGKAP 2014/1435 H

KUMPULAN KHUTBAH

Assalamu’alaikum Ikhwan Wa Akhwatillah…Jumpa Lagi Dengan Nugie Outsider’s
Sebentar Lagi Romadhon akan usai sedih kali rasanya ya…hiiii… Bulan yang penuh berkah telah meninggalkan kita. semoga kita di tahun depan bisa bertemu kembali amin. sebeagai seorang muslim tentunya di hari yang fitri nanti kita di tuntut untuk bisa memeberikan ilmu yang kita punya kepada orang lain. tentunya kita ananti suatu saat akan di pilih untuk mengisi khutbah dihari yang fitri dan juga di Hari Qurban nantinya. untuk itu kami berinisiatif memeberikan kepada antum sekalian beberapa kumpulan khutbah idul fitri dan idul adha terbaru 2014. semoga bermanfaat untuk antum semuanya. terutama buat SDIT Nurul Huda Pracimantoro semoga menjadi lebih maju, Amin.
Berikut kami sajikan dalam bentuk .PDF silahkan di download dibawah ini. jika masih kesulitan silhakan Komentar dibawah.

KHUTBAH IDUL FITRI 2014
MENGURAI MAKNA FITRAH
BANGKIT DARI KETERPURUKAN
SONGSONG KEMENANGAN TEGAKKAN KHILAFIYAH
BERSYUKUR DI HARI RAYA IDUL FITRI
ISLAM MENINGKATKAN HARKAT DAN MARTABAT MANUSIA
BADAI MENERPA UMAT DIAKHIR ZAMAN
MENGHIDUPKAN HATI SETELAH IDUL FITRI
MEWUJUDKAN HAKIKAT TAQWA
ROMADHON TELAH PERGI
SYARAT MENJADI PEMENANG
UMAT ISLAM DIBAWAH BAYANG-BAYANG ORANG KAFIR
MERAIH KEMENANGAN DENGAN KETAATAN
PELAJARAN DARI ROMADHON
KEMBALI KE FITROH
PESAN DAN KESAN ROMADHON YANG HARUS DI PEGANG TEGUH

KHUTBAH IDUL ADHA 2014

PENGENALAN IDUL QURBAN

REKONSTRUKSI TAUKHID,SOSIAL DAN ETOS KERJA

MENGENAL IDUL ADHA ADALAH HARI QURBAN

TENTANG HAJI

PERINTAH BERQURBAN

ISTIQOMAH DALAM QURBAN

DOWNLOAD YANG LEBIH LENGKAP LAGI VERSI RAR : DOWNLOAD

 

MUQODDIMAH/PEMBUKAAN PIDATO,KULTUM, CERAMAH TERPOPULER

MIMBAR

 

ASSALAMU ALAIKUM WR.WB

Contoh-contoh Pembukaan / Muqaddimah Ceramah, semoga bermanfaat:


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ؛

Sungguh segala puji hanya milik Allah, Allah yang kita puji, kepada Allah kita memohon pertolongan, kepada-Nya kita memohon ampunan, kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kita dan dari keburukan amal perbuatan kita. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tak seorangpun dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang Allah sesatkan maka tak seorangpun mampu memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. …. Amma ba’d:

الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، وَبَعْدُ:

Segala puji hanya milik Allah Rabb alam semesta, kepada Allah kita memohon pertolongan atas segala urusan dunia dan agama, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas sebaik-baik Rasul yaitu Nabi Muhammad SAW, dan atas semua keluarganya, para shahabatnya, para tabi`in, dan semua yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari pembalasan. Wa ba’d:
الْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، . أَشْهَدُ … وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا… اَللَّهُمَّ صَلِّ ..، وَبَعْدُ:

Segala puji hanya milik Allah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan hidayah dan Agama yang Haq, untuk memenangkannya atas semua agama lainnya, dan cukuplah Allah sebagai saksi, Aku bersaksi … dan aku bersaksi bahwa … Wa ba’d:


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، فَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَحَذَّرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ

إِلاَّ اللهُ اَلْوَاحِدُ الْقَهَّاُر، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ اْلأَبْرَارِ. فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ وَالنُّشُوْرِ. أَمَّا بَعْدُ؛

Segala puji hanya milik Allah dengan pujian yang banyak sebagaimana Allah perintahkan, maka berhentilah dari segala yang Allah larang dan yang Allah peringatkan. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah Yang Esa dan Perkasa, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah yang menjadi pemimpin bagi semua manusia, shalawat dan salam Allah atas beliau, atas keluarga, shahabat dan orang-orang yang setia mengikuti petunjuknya sampai hari kebangkitan dan hari kembali.
Dilanjutkan :

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Sesungguhnya sebenar-benar pembicaraan adalah Kalam Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shollallâhu ‘alahi wa ‘alâ âlihi wa sallam. Dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah itu adalah sesat dan setiap kesesatan adalah di neraka.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ نَوَّرَ قُلُوْبَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِالْمَعْرِفَةِ فَاطْمَأَنَّتْ قُلُوْبُهُمْ بِالتَّوْحِيْدِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ وَهُوَ الرَّقِيْبُ الْمَجِيْدُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ أَنَارَ الْوُجُوْدَ بِنُوْرِ دِيْنِهِ وَشَرِيْعَتِهِ إِلَى يَوْمِ الْوَعِيْدِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِلَى يَوْمِ الْمَوْعُوْدِ. . أَمَّا بَعْدُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ، اَلنَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ 

اَلْحَمْدُ ِللهِ الْمَلِكِ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ، الَّذِي حَبَانَا بِالْإِيْمَانِ واليقينِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد،ٍ خَاتَمِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِين، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيِن، وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ أَجْمَعِين، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah, al-Malik Al-Haqq, Al-Mubin, yang memberikan kita iman dan keyakinan. Ya Allah, limpahkan shalawat pada pemimpin kami Muhammad, penutup para nabi dan rasul, dan begitu pula pada keluarganya yang baik, kepada para sahabat piluhan, dan yang mengikuti mereka dengan penuh ihsan hingga hari kiamat.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ؛

SEKIAN DULU…..INFO LEBIH LANJUT : DOWNLOAD PEMBUKAAN CERAMAH PIDATO TERPOPULER

WASSALAMU’ALAIKUM WR.WB

MERAIH LAILATUL QODAR (10 Malam terakhir Bulan Romadhon)

lailatul qodar

10 TERAKHIR RAMADHAN DAN LAILATUL QADAR

(Mengenali dan Meraih Keutamaannya)

 

Ust. Abu Ahmad Kadiri

Ust. Abu ‘Amr Ahmad

 

Segala puji hanya bagi Allah, yang telah menyampaikan kita dipenghujung 10 hari kedua bulan Ramadhan. Sebentar lagi kita akan memasuki 10 ketiga atau terakhir bulan Ramadhan. Hari-hari yang memiliki kelebihan dibanding lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada 10 terakhir Ramadhan ini meningkat amaliah ibadah beliau yang tidak beliau lakukan pada hari-hari lainnya.

Ummul Mu`minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada 10 terakhir Ramadhan :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر – أي العشر الأخير من رمضان – شد مئزره، وأحيا ليله، وأيقظ أهله . متفق عليه

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki 10 terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan tali sarungnya (yakni meningkat amaliah ibadah beliau), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya.” Muttafaqun ‘alaihi

 

Keutamaan 10 Terakhir bulan Ramadhan :

Pertama : Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serius dalam melakukan amaliah ibadah lebih banyak dibanding hari-hari lainnya. Keseriusan dan peningkatan ibadah di sini tidak terbatas pada satu jenis ibadah tertentu saja, namun meliputi semua jenis ibadah baik shalat, tilawatul qur`an, dzikir, shadaqah, dll.

 

Kedua : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangunkan istri-istri beliau agar mereka juga berjaga untuk melakukan shalat, dzikir, dan lainnya. Hal ini karena semangat besar beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam agar keluarganya juga dapat meraih keuntungan besar pada waktu-waktu utama tersebut. Sesungguhnya itu merupakan ghanimah yang tidak sepantasnya bagi seorang mukmin berakal untuk melewatkannya begitu saja.

 

Ketiga : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada 10 Terakhir ini, demi beliau memutuskan diri dari berbagai aktivitas keduniaan, untuk beliau konstrasi ibadah dan merasakan lezatnya ibadah tersebut.

 

Keempat : Pada malam-malam 10 Terakhir inilah sangat besar kemungkinan salah satu di antaranya adalah malam Lailatur Qadar. Suatu malam penuh barakah yang lebih baik daripada seribu bulan.

 

Keutamaan Lailatul Qadr

Di antara nikmat dan karunia Allah subhanahu wa ta’ala terhadap umat Islam, dianugerahkannya kepada mereka satu malam yang mulia dan mempunyai banyak keutamaan. Suatu keutamaan yang tidak pernah didapati pada malam-malam selainnya. Tahukah anda, malam apakah itu? Dia adalah malam “Lailatul Qadr”. Suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana firman Allah I:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ * لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ * تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ * سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ *

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadr). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (Lailatul Qadr) itu? Malam kemuliaan itu (Lailatul Qadr) lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. (Al-Qadr: 1-5)

 

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata: “Bahwasanya (pahala) amalan pada malam yang barakah itu setara dengan pahala amalan yang dikerjakan selama 1000 bulan yang tidak ada padanya Lailatul Qadr. 1000 bulan itu sama dengan 83 tahun lebih. Itulah di antara keutamaan malam yang mulia tersebut. Maka dari itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berusaha untuk meraihnya, dan beliau bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِإِيْمَاناًوَاحْتِسَاباً،غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمُ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. (H.R Al Bukhari no.1768, An Nasa’i no. 2164, Ahmad no. 8222)

 

Demikian pula Allah subhanahu wa ta’ala beritakan bahwa pada malam tersebut para malaikat dan malaikat Jibril turun. Hal ini menunjukkan betapa mulia dan pentingnya malam tersebut, karena tidaklah para malaikat itu turun kecuali karena perkara yang besar. Kemudian Allah subhanahu wa ta’alamensifati malam tersebut dengan firman-Nya:

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar

Allah subhanahu wa ta’ala mensifati bahwa di malam itu penuh kesejahteraan, dan ini merupakan bukti tentang kemuliaan, kebaikan, dan barakahnya. Barangsiapa terhalangi dari kebaikan yang ada padanya, maka ia telah terhalangi dari kebaikan yang besar”. (Fatawa Ramadhan, hal. 848)

 

Wahai hamba-hamba Allah, adakah hati yang tergugah untuk menghidupkan malam tersebut dengan ibadah …?!, adakah hati yang terketuk untuk meraih malam yang lebih baik dari 1000 bulan ini …?! Betapa meruginya orang-orang yang menghabiskan malamnya dengan perbuatan yang sia-sia, apalagi dengan kemaksiatan kepada Allah.

 

 

Mengapa Disebut Malam “Lailatul Qadr”?

Para ulama menyebutkan beberapa sebab penamaan Lailatul Qadr, di antaranya:

1. Pada malam tersebut Allah subhanahu wa ta’ala menetapkan secara rinci takdir segala sesuatu selama 1 tahun (dari Lailatul Qadr tahun tersebut hingga Lailatul Qadr tahun yang akan datang), sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ * فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Sesungguhnya Kami telah menurukan Al-Qur`an pada malam penuh barakah (yakni Lailatul Qadr). Pada malam itu dirinci segala urusan (takdir) yang penuh hikmah”. (Ad Dukhan: 4)

2. Karena besarnya kedudukan dan kemuliaan malam tersebut di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

3. Ketaatan pada malam tersebut mempunyai kedudukan yang besar dan pahala yang banyak lagi mengalir. (Tafsir Ath-Thabari IV/200)

 

 

Kapan Terjadinya Lailatul Qadr?

Malam “Lailatul Qadr” terjadi pada bulan Ramadhan.

Pada tanggal berapakah? Dia terjadi pada salah satu dari malam-malam ganjil 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِفِي الْوِتْرِمِنَ الْعَشْرِالْأَوَاخِرِمِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadr itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan)”. (H.R Al Bukhari no. 1878)

 

Lailatul Qadr terjadi pada setiap tahun. Ia berpindah-pindah di antara malam-malam ganjil 10 hari terakhir (bulan Ramadhan) tersebut sesuai dengan kehendak Allah Yang  Maha Kuasa.

 

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah berkata: “Sesungguhnya Lailatul Qadr itu (dapat) berpindah-pindah. Terkadang terjadi pada malam ke-27, dan terkadang terjadi pada malam selainnya, sebagaimana terdapat dalam hadits-hadits yang banyak jumlahnya tentang masalah ini. Sungguh telah diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Bahwa beliau pada suatu tahun diperlihatkan Lailatul Qadr, dan ternyata ia terjadi pada malam ke-21″. (Fatawa Ramadhan, hal.855)

Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz dan Asy-Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud rahimahumallahu berkata: “Adapun pengkhususan (memastikan) malam tertentu dari bulan Ramadhan sebagai Lailatul Qadr, maka butuh terhadap dalil. Akan tetapi pada malam-malam ganjil dari 10 hari terakhir Ramadhan itulah dimungkinkan terjadinya Lailatul Qadr, dan lebih dimungkinkan lagi terjadi pada malam ke-27 karena telah ada hadits-hadits yang menunjukkannya”. (Fatawa Ramadhan, hal.856)

 

Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan shahabat Mu’awiyah bin Abi Sufyan t:

عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ إِذَا قَالَ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ: لَيْلَةُ سَبْع وَعِشْرِيْنَ

Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya apabila beliau menjelaskan tentang Lailatul Qadr maka beliau mengatakan : “(Dia adalah) Malam ke-27″. (H.R Abu Dawud, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud dan Asy-Syaikh Muqbil dalam Shahih Al-Musnad)

 

Kemungkinan paling besar adalah pada malam ke-27 Ramadhan. Hal ini didukung penegasan shahabat Ubay bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu :

عن أبي بن كعب قال : قال أبي في ليلة القدر : والله إني لأعلمها وأكثر علمي هي الليلة التي أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم بقيامها هي ليلة سبع وعشرين

Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadr) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk menegakkan shalat padanya, yaitu malam ke-27. (HR. Muslim)

 

 

Tanda-tanda Lailatul Qadr

Pagi harinya matahari terbit dalam keadaan tidak menyilaukan, seperti halnya bejana (yang terbuat dari kuningan). (H.R Muslim)

 

Lailatul Qadr adalah malam yang tenang dan sejuk (tidak panas dan tidak dingin) serta sinar matahari di pagi harinya tidak menyilaukan. (H.R Ibnu Khuzaimah dan Al Bazzar)

 

 

Dengan Apakah Menghidupkan 10 Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qadr?

 

Asy-Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baz dan Asy Syaikh Abdullah bin Qu’ud rahimahumallahu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih bersungguh-sungguh beribadah pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan untuk mengerjakan shalat (malam), membaca Al-Qur’an, dan berdo’adaripada malam-malam selainnya”. (Fatawa Ramadhan, hal.856)

 

Demikianlah hendaknya seorang muslim/muslimah … Menghidupkan malam-malamnya pada 10 Terakhir di bulan Ramadhan dengan meningkatkan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala; shalat tarawih dengan penuh iman dan harapan pahala dari Allah I semata, membaca Al-Qur’an dengan berusaha memahami maknanya, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan bersungguh-sungguh dalam berdo’a serta memperbanyak dzikrullah.

 

Di antara bacaan do’a atau dzikir yang paling afdhal untuk dibaca pada malam (yang diperkirakan sebagai Lailatul Qadr) adalah sebagaimana yang ditanyakan Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah jika aku mendapati Lailatul Qadr, do’a apakah yang aku baca pada malam tersebut?

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bacalah:

اللهم إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemberi Maaf, Engkau suka pemberian maaf, maka maafkanlah aku”. (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

 

Maka hendaknya pada malam tersebut memperbanyak do’a, dzikir, dan istighfar.

 

Apakah pahala Lailatul Qadr dapat diraih oleh seseorang yang tidak mengetahuinya?

 

Ada dua pendapat dalam masalah ini:

 

Pendapat Pertama: Bahwa pahala tersebut khusus bagi yang mengetahuinya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Ini adalah pendapat kebanyakan para ulama. Yang menunjukkan hal ini adalah riwayat yang terdapat pada Shahih Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dengan lafazh:

مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِفَيُوَافِقُهَا

“Barangsiapa yang menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr dan menepatinya.”

{kalimat  فيوافقها di sini diartikan: mengetahuinya (bahwa itu Lailatul Qadr), pen-}

Menurut pandanganku pendapat inilah yang benar, walaupun aku tidak mengingkari adanya pahala yang tercurahkan kepada seseorang yang mendirikan shalat pada malam Lailatul Qadr dalam rangka mencari Lailatul Qadr dalam keadaan ia tidak mengetahui bahwa itu adalah malam Lailatul Qadr”.

 

Pendapat Kedua: Didapatkannya pahala (yang dijanjikan) tersebut walaupun dalam keadaan tidak mengetahuinya. Ini merupakan pendapat Ath-Thabari, Al-Muhallab, Ibnul ‘Arabi, dan sejumlah dari ulama.

 

Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah merajihkan pendapat ini, sebagaimana yang beliau sebutkan dalam kitabnya Asy-Syarhul Mumti’:

“Adapun pendapat sebagian ulama bahwa tidak didapatinya pahala Lailatul Qadr kecuali bagi yang mengetahuinya, maka itu adalah pendapat yang lemah karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِإِيْمَاناًوَاحْتِسَاباً،غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr dalam keadaan iman dan mengharap balasan dari Allah I, diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. (H.R Al Bukhari no.1768, An Nasa’i no. 2164, Ahmad no. 8222)

 

Rasulullah tidak mengatakan: “Dalam keadaan mengetahui Lailatul Qadr”. Jika hal itu merupakan syarat untuk mendapatkan pahala tersebut, niscaya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan pada umatnya. Adapun pendalilan mereka dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِفَيُوَافِقُهَا

“Barangsiapa yang menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr dan menepatinya.”

Maka makna فيوافقها di sini adalah: bertepatan dengan terjadinya Lailatul Qadr tersebut, walaupun ia tidak mengetahuinya”.

 

Semoga anugerah Lailatul Qadr ini dapat kita raih bersama, sehingga mendapatkan keutamaan pahala yang setara (bahkan) melebihi amalan 1000 bulan. Amiin Ya Rabbal ‘Alamin.

SOURCE : https://www.facebook.com/notes/nugie-outsiders/lailatul-qodar-10-terakhir-ramadhan/692860957416142

 

Pengertian dan Hikmah Nuzulul Qur’an

Pengertiandan Hikmah Nuzulul Qur’an – Nuzulul Qur’an merupakan sebuah mukjizat Allah SWT karena peristiwa ini merupakan proses turunnya Al-Qur’an kepada Rasul Muhammad SAW untuk memberi petujuk kepada manusia. Turunya al-Qur’anmerupakan peristiwa besar yang sekaligus menyatakan kedudukannya bagi penghuni langit dan penghuni bumi.Karenanya kita harus mengetahui Pengertian dan Hikmah Nuzulul Qur’an secara menyeluruh. Artinya di sini Pengertian dan Hikmah Nuzulul Qur’an kitakita harus mampu mengimplementasikan Al-Qur’an dalam diri kita masing-masing.hikmahnuzulul quran

TujuanKhusus Dari Nuzulul Qur’an dan pengertian nuzulul Qur’an

MemberikanPetunjuk kepada semua makhluk ke jalan yang lurus, sebagai adanya targhib dan tarhib,untukdapat melaksanakan syari’at Allah SWT. Sebagai Jawaban terhadap pertanyaandanjuga penjelasan bagi mereka, seperti turunya Al-Anfal 1, dan an-Nisa’ : 127

A.Proses Turunnya Al-Qur’an

AllahSWT menurunkan Al-Qur’an kepada Rasul MuhammadSAW untuk memberi petujuk kepadamanusia. Turunya al-Qur’an merupakan peristiwabesar yang sekaligus menyatakankedudukannya bagi penghuni langit dan penghunibumi. Maka turunya Al-Qur’andengan dua tahapan, yaitu :

Pertama : Al-Qur’an turunpada malam lailatul qadar padamalam kemulyaan, merupakanpemberitahuan Allah SWT kepada alam tingkat tinggiyang terdiri darimalaikat-malakat akan kemulyaan umat Nabi Muhamad SAW.

Kedua : TurunyaAl-Qur’an secara bertahap ( munajaman ),dengan tujuanmenguatkan hati Rasul SAW dan menghibur serta mengikuti peristiwadankejadian-kejadian sampai Allah SWT menyempurnakan agama ini danmencukupinikmat-nikmat-Nya.

Perbedaanturunnya Al-Qur’an secara sekaligus danberangsur-angsur disebabkan karenamerujuk kepada dua kata anzala dan nazala dalamayat surat al-Isra’: 105.

 

وَبِالْحَقِّأَنزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ وَمَآأَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ مُبَشِّرًاوَنَذِيرًا * – الإسراء : 105 – 

 

DanRaghib al-Asfahani mengatakan : perbedaan dua katatersebut, kata inzal dan tanzil,Yaitubahwakata tanzil ( التنزيل ) dimaksudkan berkenaan turunyaAl-Qur’an secaraberangsur-angsur ( مفرّقا ),atau( منجما )Sedangkan kata inzal ditujukanberkenaanturunya al-qur’an secara sekaligus ( جملة ).

Dasarturunnya Al-Qur’an sekaligus

إِنَّاأَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ * –الدخان : 3 –

 

SesumgguhmyaKami menurunkan ( Al-Qur’an ) padamalam yang diberkahi dan sesungguhnya Kamilahyang memberi peringatan “.(QS. Al-Dhukhan : 3 )

FirmanAllah SWTSurat Al-Baqarah : 185

 

شَهْرُرَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَالْهُدَى وَالْفُرْقَانِ * – البقرة : 185 –

“ BulanRamadhan bulan yang didalmnyaditurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusiadan penjelasan mengenaipetunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang bathil “( QS.Al-Basqarah : 185 ).

FirmanAllah SWT surat Al-Qadr : 1

إِنَّاأَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ * – القدر : 1 –

“ SesungguhnyaKami telah menurunkan Al-Qur’anpada malam kemulyaan “ ( QS. Al-Qadr :1 )

HaditsNabi yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra,bahwa ia berkata :

أنزل القرأنُجملةً واحدة ً إلى السمَاءِ الدنيا وكانَ بمواقعِ النجومِ وكان اللهُ يُنزله ُ علىرسولهصلى الله عليه وسلمّ بعضه فى إثر بعضٍ . 

 

Allahmenurunkan Al-Qur’an sekaligus ke langitdunia, tempat turunnya secaraberangsur-angsur.Lalu Dia menurunkannya kepadaRasul-Nya SAW bagian demibagian . “ ( HR. Al Hakim dan al-Baihaqi )

Dalamriwayat Ibnu Abbas ra yang lain, beliau berkata:

 

أنزلَالقرأنُ فى ليلةِ القدرِ فى شَهرى رمضان إلى السماء الدنيا جملةً واحدةً ثم أنزلنجوماً . 

 

Al-qur’anditurunkan pada malam lailatul Qadarpada bulan Ramadhan ke langit duniasekaligus, lalu ia menurunkan secaraberangsur-angsur “. ( HR.Al-Tabrani ).

DasarTurun nya Al-Qur’an berangsur-angsur

FirmanAllah SWT surat al-Isra’ : 106

وَقُرْءَانًافَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا* – الإسراء : 106_

 

DanAl-Qur’an telah Kami turunkan denganberangsur-angsur, agar kamu membacanyaperlahan-lahan kepada manusia dan Kamimenurunkannya bagian-demi bagian .“ ( QS. Al-Isra’ : 106 ).

DanFirman Allah SWT surat Al-Furqan : 32

وَقَالَالَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْءَانُ جُمْلَةً وَاحِدَةًكَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا * –الفرقان: 32 –

 

Berkatalahorang-orang kafir : “ mengapa Al-Qur’antidak dirunkan kepadanya sekali turunsaja ? Demikian supaya Kami perkuathatimu dengannya, dan Kami membacakannyakelompk demi kelompok “. (QS. Al-Furqon : 32 ).

HikmahTurunnya Al-Qur’an dengan berangsur-angsur

HikmahTurunnya Al-Qur’an dengan beransur-angsur.

Pertama: Menguatkandan meneguhkan hati Raulullah SAW,dalam rangka menyampaikan dakwahnya dalammenghadapi celaan orang-orangmusyrik. Sebagaimana Al-Qur’an Surat :Al-Furqan : 32

وَقَالَالَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلاَ نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْءَانُ جُمْلَةً وَاحِدَةًكَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلاً * –الفرقان: 32 – 

 

Artinya: “Berkatalah orang-orang kafir:”Mengapaal-Qur’an itu tidak diturunkankepadanya sekali turun saja?”; demikianlahsupaya Kami perkuat hatimu dengannyadan Kami membacakannya secara tartil(teratur dan benar). (QS.Al-Furqan / 25:32)

Kedua : Mempermudah hafalandan pemahaman, karena Al-Qur’anditurunkan ditengah-tengah umat yang ummi danyang tidakpandai membaca dan menulis. Sebagaiman Allah SWT menegaskandalamAl-Qur’an suratAl-Qamar : 17.

وَلَقَدْيَسَّرْنَا الْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ * – القمر : 22 –

 

Ketiga : Sebagai pendidikanterhadap umat islam, denganturunnya Al-Qur’an dengan cara bertahap, pelajarandengan sabar dan hati-hatidalam menghadapi segala cobaan, dan bertahap dalammemahami hukum islam.

Keempat : Denga cara ini,turunya ayat sesuai dengan peristiwayang terjadi akan lebih berkesan dihati,karena segala persoalan dapatditanyakan langsung kepada Nabi SAW, seperti yangterjadi, dan Al-Qur’anlangsung menjawabnya, dalam persoalan istri su’ad binRabi’ yang datang kepadaRasulullah.

Diriwayatkanoleh Jabir bin Abdullah, berkata : “telah datang seorang istri dari Su’ad binRabi’ kepada Rasul SAW dan bersamanyadua orang anak perempuan, dan berkata : “Ya Rasul ! kedua anak perempuan iniadalah putri dari Su’ad yang terbunuh dalamperang Uhud, dan pamannya tidakmemberikan hak keduanya. Maka bersabdaRasulullah SAW dalam persoalan tersebutdengan turunnya ayat, QS. Al-Nisa’ : 11.

 

يوصِيكُمُاللهُ فِي أَوْلاَدِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ اْلأُنثَيَيْنِ فَإِن كُنَّنِسَآءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَاتَرَكَ وَإِنكَانَتْ وَاحِدَةًفَلَهَا النِّصْفُ وَلأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّاتَرَكَ إِن كَانَ لَهُ وَلَدُُ فَإِن لَّمْ يَكُنلَّهُ وَلَدُُ وَوَرِثَهُأَبَوَاهُ فَلأُمِّهِ الثُّلُثُ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلأُمَّهِ السُّدُسُمِن بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِى بِهَآأَوْدَيْنٍءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْلاَتَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا فَرِيضَةً مِّنَ اللهِ إِنَّاللهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا * – النساء: 11 – 

 

Kelima : Bukti yangpasti ( mu’jizat )bahwa Al-Qur’an adalah dari sisi Allah SWTYang Maha bijaksana dan MahaTerpuji. Ketika terjadi pengingkaran terhadapAl-Qur’an itu, maka Allah untukmendatangkan yang serupa dengannya, maka sekalilagi Allah menegasakan tidakakan bisa sebagaimana Allah SWT berfirman : QS.Al-Isra’ : 88, QS. Hud : 13,QS. Al-Baqarah : 23.

 

BuktiKemukjizatan

 

قُل لَّئِنِاجْتَمَعَتِ اْلإِنسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَن يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَاالْقُرْءَانِ لاَيَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْكَانَ بَعْضُهُمْلِبَعْضٍظَهِيرًا ) الإسراء : 88 )

أَمْيَقُوْلُوْنَ اْفتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوْا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍوَادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُوْنِ اللهِ إِنْكُنْتُمْصَادِقِيْنَ ) هود : 13 )

 وَإِنكُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنمِّثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ إِنكُنتُمْ صَادِقِينَ (البقرة : 23 )

 

Ayatyang pertama dan terakhir diturunkan.

Pertama : BerkataAs-Suyutti, tentang yang pertamaturunnya Al-Qur’an sesuai dengan pendapat yangshahih, yaitu firman AllahSWT surat al-Alaq: 1-5.

Kedua : Yang Terakhir KaliAyat turun dari Al-Qur’an.

Perselisihanyang terjadi dikalangan para ulama tentangayat yang terakhir turun adalahberdasarkan dalil yangmarfu’, sehinggamenyebabkan terjadinya banyakperselisihan pendapat. Dan pendapat yang rajih (kuat ) tentangyang terakhir turun dalam Al-Qur’an adalahsurat Al-Baqarah:281.[i]

 

وَاتَّقُوايَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَاكَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ * – البقرة : 281 – 

 

Caraturunnya wahyu ( al-Qur’an )

Pertama : Datang kepada RasulSAW Malaikat seperti dencingan suara lonceng yang amat kuat, dari musnad imamAhmad, dari Abdullah bin Umar,aku bertanya kepada Rasul, Apakah anda ya Rasulmenyadari tetang turunnya wahyu?, Rasul Menjawab : aku mendengar suaradencingan lonceng, kemudian aku diam,tiba-tiba aku tidak sadarkan diri,ternyata turunnya wahyu. Dan cara ini adalah cara yang terberat, dan dikatakan demikian diantara turunnya ayat berkenaan tetang janji dan ancaman.

Kedua: Malaikatdatang kepada Rasul bagaikan seoranglaki-laki, dan menyampaikan wahyu, demikiansebagaimana hadits shahih. Dan carayang demikian adalah cara yang lebih ringandari cara yang pertama. Karena caraini, Malaikat sebagaimana layaknya saudarasaudara yang lain, dan berbicara baik secara sadar seperti pada saat isra danmi’raj, dan dalam keadaan tidur seperti hadits Muaz bin Jabal.

FungsiAl-qur’an di turunkan kepada manusia

Sebagai Petunjuk (Huda)

Allah Ta’ala telah berfirman,artinya,

“Alif laam miim.Kitab (al-Qur’an) initidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yangbertaqwa.،¨(QS. al- Baqarah:1-2)

Dan di pertengahan surat al- BaqarahAllah juga berfirman,

“(Beberapa hari yang ditentukan itulah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan(permulaan) al-Qur’ansebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itudan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).،¨ (QS.al-Baqarah:185)

Al Qur’an sebagai Pembeda

Allah Ta’ala juga menyifati al Qur’ansebagai Furqaan (pembeda) sebagai manafirman-Nya, artinya,
“Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (yaitu al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar diamenjadipemberi peringatan kepada seluruh alam.،¨ (QS. AlFurqaan:1)

Artinya al-Qur’an membedakan antara yang haq dengan yang batil, antara yang lurus dengan yang sesat, yang bermanfaaat dan yang berbahaya. Dia menyuruh kita semua mengerjakan kebaikan dan melarang kita dari perbuatan buruk dan dia memperlihat kan segala apa yang kita perlukan untuk urusan dunia dan akhirat,maka dia adalah furqan dalam arti membedakan antara yang hak dengan yang batil.

Al Qur’an sebagai Obat Penawar

Allah Subhannahu wa Ta’alaƒn jugamenyebut al-Qur’an ini sebagai syifa'(obatpenawar), Dia berfirman, artinya,
“Hai manusia,sesungguhnya telah datangkepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagipenyakit-penyakit (yangberada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagiorang-orang yang beriman.،¨(QS. Yunus:57)

Al MAU’IDZOH(nasehat)

Al-Qur’an dikatakan bahwa ia berfungsi sebagai nasehat bagi orang-orang bertaqwa.
Allah Ta’ala berfirman: “(Al Quran) ini adalah penerangan bagiseluruhmanusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yangbertakwa” (AliImran 138)

Sumber :

Sebagai Petunjuk (Huda)

Allah Ta’ala telah berfirman,artinya,

“Alif laam miim.Kitab (al-Qur’an) initidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yangbertaqwa.،¨(QS. al- Baqarah:1-2)

Dan di pertengahan surat al- BaqarahAllah juga berfirman,
“(Beberapa hariyangditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak danyang bathil).،¨ (QS.al-Baqarah:185)

Al Qur’an sebagai Pembeda

Allah Ta’ala juga menyifati al Qur’ansebagai Furqaan (pembeda) sebagai mana firman-Nya, artinya,
“Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (yaitu al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.،¨ (QS. AlFurqaan:1)

Artinya al-Qur’an membedakan antara yang haq dengan yang batil, antara yang lurus dengan yang sesat, yang bermanfaaat dan yang berbahaya. Dia menyuruh kitasemua mengerjakan kebaikan dan melarang kita dari perbuatan buruk dan dia memperlihat kan segala apa yang kita perlukan untuk urusan dunia dan akhirat,maka dia adalah furqan dalam arti membedakan antara yang hak dengan yang batil.

Al Qur’an sebagai Obat Penawar

Allah Subhannahu wa Ta’ala jugamenyebut al-Qur’an ini sebagai syifa'(obatpenawar), Dia berfirman, artinya,

“Hai manusia,sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.،¨(QS. Yunus:57)

Al MAU’IDZOH(nasehat)

Al-Qur’andikatakan bahwa ia berfungsisebagai nasehat bagi orang-orang bertaqwa.
Allah Ta’ala berfirman: “(Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa” (AliImran 138)

Selanjutnya Bacajuga Fadhilah2 membaca DAN MENGHAFAL al-Qur’an :

https://www.facebook.com/notes/nugie-outsiders/fadhilah-membaca-dan-menghafal-al-quran/543350822367157

NANTI CLICK SKIP ADD Semoga bermanfaat…..

CERAMAH TERLENGKAP KH.ZAINUDDIN MZ. LUCU Terbaru 2015 MP3 GRATIS

K. H. Zainuddin MZ – Bahaya Free Seks  DOWNLOAD


K. H. Zainuddin Mz – Cobaan Hidup DOWNLOAD

K. H. Zainuddin Mz – Dasar Tujuan Hidup Muslim DOWNLOAD

K. H. Zainuddin Mz – Dusta DOWNLOAD

K. H. Zainuddin Mz – 10 Golongan Musuh Syaitan DOWNLOAD

K. H. Zainuddin Mz – 10 Golongan Teman Syaitan Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Al Qur’an Imam kita Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Arak dan Judi Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Bila Ajal Tiba Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Bila Do’a Tak Terjawab Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Cara Mendidik Anak Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Golongan Penghuni Neraka Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Golongan Penghuni Syurga Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Harta Wanita dan Tahta Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Iedul Fitri dan Hari Kemenangan Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Zaman Susah Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Keluarga Sakinah Monggo di Donlot


K. H. Zainuddin Mz – Ceramah di Laskar Ababil Monggo di Donlot


K. H. Zainuddin Mz – Mari Berhaji Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Memelihara Amal Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Mencari jodoh Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Mendapat Hidayah Allah Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Mukjizat Al Qur’an Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Nabi Adam ‘alaihi salam Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Nabi Ibrahim ‘alaihi salam Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Nabi Sulaiman dan ratu Bilqis Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Nabi Yusuf dan Siti Zulaikha Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Neraka Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Pahala dan Dosa Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Para Kekasih Allah Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Penyakit Rohani Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Rumah Tangga Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Taubat Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Ulama dan Umaro Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Ulama Pewaris Nabi Monggo di Donlot

K. H. Zainuddin Mz – Umar bin Khatab Monggo di DOWNLOAD
CARA DOWNLOAD TINGGAL DI CLICK SAJA YANG BERWARNA BIRU DAN IKUTI LANGKAH SELANJUTNYA
Audio Files VBR MP3 Ogg Vorbis
KH Zainuddin MZ – 10 musuh setan 1.mp3 28.0 MB
KH Zainuddin MZ – 10 musuh setan 2.mp3 28.2 MB 23.2 MB
KH Zainuddin MZ – Al-Quran Imam Kita.mp3 3.6 MB 8.4 MB
KH Zainuddin MZ – Arak & Judi Racun Kehidupan.mp3 3.6 MB 9.1 MB
KH Zainuddin MZ – Bahaya Free Sex A.mp3 8.7 MB 12.8 MB
KH Zainuddin MZ – Bahaya Free Sex B.mp3 9.0 MB 13.3 MB
KH Zainuddin MZ – Berbakti Kepada Ibu & Bapa.mp3 3.4 MB
KH Zainuddin MZ – Bila Ajal Tiba.mp3 3.7 MB
KH Zainuddin MZ – Bila Doa Tak Terjawab A.mp3 8.5 MB 12.6 MB
KH Zainuddin MZ – Bila Doa Tak Terjawab B.mp3 8.6 MB
KH Zainuddin MZ – Cara Mendidik Anak.mp3 3.6 MB
KH Zainuddin MZ – Cobaan Hidup.mp3 3.6 MB
KH Zainuddin MZ – Dasar Dan Tujuan Hidup Muslim.mp3 13.4 MB
KH Zainuddin MZ – Dusta.mp3 3.5 MB
KH Zainuddin MZ – Golongan Penghuni Surga.mp3 13.5 MB
KH Zainuddin MZ – Golongan Yang Mendapat Perlindungan Dari Allah.mp3 3.6 MB
KH Zainuddin MZ – Harta Dunia.mp3 3.4 MB
KH Zainuddin MZ – Harta Takhta Dan Wanita.mp3 3.6 MB
KH Zainuddin MZ – Idul Fitri Dan Hari Kemenangan.mp3 39.8 MB
Kh Zainuddin MZ – 10 golongan teman setan.mp3 14.3 MB
KH Zainuddin MZ – Islam Dalam Semangat Kebersamaan 30.8 MB
KH Zainuddin MZ – Jaman Susah 45.7 MB
KH Zainuddin MZ – Laskar Ababil 18.5 MB
KH Zainuddin MZ – Mari Berhaji 3.3 MB
KH Zainuddin MZ – Memelihara Amal 54.1 MB
KH Zainuddin MZ – Mencari Jodoh 8.9 MB
KH Zainuddin MZ – Nabi Adam 13.3 MB
KH Zainuddin MZ – Nabi Ibrahim 3.3 MB
KH Zainuddin MZ – Nabi Sulaiman dan Ratu Bilkis 13.6 MB
KH Zainuddin MZ – Nabi Yusuf dan Siti Zulaikha 12.1 MB
KH Zainuddin MZ – Neraka Dan Calon Penghuninya 3.6 MB
KH Zainuddin MZ – Pahala dan dosa 1-2 8.4 MB
KH Zainuddin MZ – Pahala dan dosa 2-2 7.8 MB
KH Zainuddin MZ – Para Kekasih Allah 6.3 MB
KH Zainuddin MZ – Penyakit Rohani 1of 2 7.9 MB
KH Zainuddin MZ – Penyakit Rohani 2 of 2 7.7 MB
KH Zainuddin MZ – Reformasi (Baginda Nabi Besar Muhammad SAW) 49.0 MB
KH Zainuddin MZ – Rumah Tangga 3.4 MB
KH Zainuddin MZ – Sikap Kita Terhadap Al-Quran 1of2 3.1 MB
KH Zainuddin MZ – Sikap Kita Terhadap Al-Quran 2of2 3.2 MB
KH Zainuddin MZ – Syurga Dan Calon Penghuninya 3.6 MB
KH Zainuddin MZ – Taubat 10.3 MB
KH Zainuddin MZ – Ulama Dan Umaro 3.9 MB
KH Zainuddin MZ – Ulama Pewaris Nabi 13.1 MB
KH Zainuddin MZ – Ummar Bin Khattab 13.6 MB
Information Format Size
KHZainuddinMZ_files.xml Metadata [file]
KHZainuddinMZ_meta.xml Metadata 685.0 B
Other Files Archive BitTorrent
KHZainuddinMZ_archive.torrent 35.8 KB

SEMOGA BERMANFAAT

FADHILAH SHOLAT TARAWIH

Yang lalu Telah saya Posting Tentang Artikel Terlengkap Tentang Romadhon Hari Ini  akan Nugie Sampaikan tentang FADHILAH SHOLAT TARWIH.

Sholat tarawih adalah sholat malam yang dikerjakan pada bulan Ramadhan setelah selesai sholat Isya.  Sholat tarawih dikerjakan paling sedkit 8 rakaat dengan ditambah sholat witir 3 rakaat menjadi 11 rakaat. Sholat tarawih dikerjakan 2 rakaat satu kali salam atau 4 rakaat satu kali salam, begitu juga dengan sholat witir ada yang tiga rakaat 1 kali salam, atau 2 rakaat dan 1rakaat sekali salam.

Pertama, akan mendapatkan ampunan dosa yang telah lalu.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh An Nawawi.[5] Hadits ini memberitahukan bahwa shalat tarawih bisa menggugurkan dosa dengan syarat karena iman yaitu membenarkan pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala dari Allah, bukan karena riya’ atau alasan lainnya.[6]

Yang dimaksud “pengampunan dosa” dalam hadits ini adalah bisa mencakup dosa besar dan dosa kecil berdasarkan tekstual hadits, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Mundzir. Namun An Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah khusus untuk dosa kecil.[7]

Kedua, shalat tarawih bersama imam seperti shalat semalam penuh.

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda,

 

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.”[8] Hal ini sekaligus merupakan anjuran agar kaum muslimin mengerjakan shalat tarawih secara berjama’ah dan mengikuti imam hingga selesai.

Ketiga, shalat tarawih adalah seutama-utamanya shalat.

Ulama-ulama Hanabilah (madzhab Hambali) mengatakan bahwa seutama-utamanya shalat sunnah adalah shalat yang dianjurkan dilakukan secara berjama’ah. Karena shalat seperti ini hampir serupa dengan shalat fardhu. Kemudian shalat yang lebih utama lagi adalah shalat rawatib (shalat yang mengiringi shalat fardhu, sebelum atau sesudahnya). Shalat yang paling ditekankan dilakukan secara berjama’ah adalah shalat kusuf (shalat gerhana) kemudian shalat tarawih.[9]

Shalat Tarawih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Dari Abu Salamah bin ‘Abdirrahman, dia mengabarkan bahwa dia pernah bertanya pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bagaimana shalat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan?”. ‘Aisyah mengatakan,

 

مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ فِى غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka’at.”[10]

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengabarkan,

 

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – خَرَجَ ذَاتَ لَيْلَةٍ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ ، فَصَلَّى فِى الْمَسْجِدِ ، فَصَلَّى رِجَالٌ بِصَلاَتِهِ فَأَصْبَحَ النَّاسُ فَتَحَدَّثُوا ، فَاجْتَمَعَ أَكْثَرُ مِنْهُمْ فَصَلَّوْا مَعَهُ ، فَأَصْبَحَ النَّاسُ فَتَحَدَّثُوا فَكَثُرَ أَهْلُ الْمَسْجِدِ مِنَ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ ، فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَصَلَّوْا بِصَلاَتِهِ ، فَلَمَّا كَانَتِ اللَّيْلَةُ الرَّابِعَةُ عَجَزَ الْمَسْجِدُ عَنْ أَهْلِهِ حَتَّى خَرَجَ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ ، فَلَمَّا قَضَى الْفَجْرَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ ، فَتَشَهَّدَ ثُمَّ قَالَ « أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّهُ لَمْ يَخْفَ عَلَىَّ مَكَانُكُمْ ، لَكِنِّى خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ فَتَعْجِزُوا عَنْهَا »

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam keluar di tengah malam untuk melaksanakan shalat di masjid, orang-orang kemudian mengikuti beliau dan shalat di belakangnya. Pada waktu paginya orang-orang membicarakan kejadian tersebut. Kemudian pada malam berikutnya orang-orang yang berkumpul bertambah banyak lalu ikut shalat dengan beliau. Dan pada waktu paginya orang-orang kembali membicarakan kejadian tersebut. Kemudian pada malam yang ketiga orang-orang yang hadir di masjid semakin bertambah banyak lagi, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk shalat dan mereka shalat bersama beliau. Kemudian pada malam yang keempat, masjid sudah penuh dengan jama’ah hingga akhirnya beliau keluar hanya untuk shalat Shubuh. Setelah beliau selesai shalat Fajar, beliau menghadap kepada orang banyak membaca syahadat lalu bersabda: “Amma ba’du, sesungguhnya aku bukannya tidak tahu keberadaan kalian (semalam). Akan tetapi aku takut shalat tersebut akan diwajibkan atas kalian, sementara kalian tidak mampu.”[11]

As Suyuthi mengatakan, “Telah ada beberapa hadits shahih dan juga hasan mengenai perintah untuk melaksanakan qiyamul lail di bulan Ramadhan dan ada pula dorongan untuk melakukannya tanpa dibatasi dengan jumlah raka’at tertentu. Dan tidak ada hadits shahih yang mengatakan bahwa jumlah raka’at tarawih yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah 20 raka’at. Yang dilakukan oleh beliau adalah beliau shalat beberapa malam namun tidak disebutkan batasan jumlah raka’atnya. Kemudian beliau pada malam keempat tidak melakukannya agar orang-orang tidak menyangka bahwa shalat tarawih adalah wajib.” [12]

Ibnu Hajar Al Haitsamiy mengatakan, “Tidak ada satu hadits shahih pun yang menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat tarawih 20 raka’at. Adapun hadits yang mengatakan “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat (tarawih) 20 raka’at”, ini adalah hadits yang sangat-sangat lemah.”[13]

Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan, “Adapun yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari hadits Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat di bulan Ramadhan 20 raka’at ditambah witir, sanad hadits itu adalah dho’if. Hadits ‘Aisyah yang mengatakan bahwa shalat Nabi tidak lebih dari 11 raka’at juga bertentangan dengan hadits Ibnu Abi Syaibah ini. Padahal ‘Aisyah sendiri lebih mengetahui seluk-beluk kehidupan Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu malam daripada yang lainnya. Wallahu a’lam.”[14]

[7] Idem.

[8] HR. An Nasai no. 1605, Tirmidzi no. 806, Ibnu Majah no. 1327, Ahmad dan Tirmidzi. Tirmidzi menshahihkan hadits ini. Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ no. 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih.

[9] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 2/9633.

[10] HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738.

[11] HR. Bukhari no. 924 dan Muslim no. 761.

[12] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 2/9635

[13] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 2/9635

[14] Fathul Bari, 4/254.

Source  : https://www.facebook.com/notes/nugie-outsiders/fadhilah-di-setiap-sholat-tarweh/543384629030443

 

Artikel terlengkap 2014 seputar romadhon

unnamed

Assalamu’alaikum sobat Nugie Outsider’s Semuanya. Kemarin sudah saya posting tentang Jadwal Imsakiyah terbaru 2014 sekarang akan saya posting mengenai Artikel terlengkap 2014 seputar romadhon. Artikel ini bisa anda jadikan refrensi atau anda jadikan sebagai penambah ilmu juga bisa anda jadikan untuk bahan kultum atau yang lainnya Berikut ini kami ringkaskan kumpulan artikel Ramadhan yang ada di muslim.or.id yang dikelompokan menjadi beberapa kategori. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian, sebagai nasehat, renungan, panduan ibadah, selama menjalani bulan Ramadhan nan penuh berkah ini.

Renungan Ramadhan

Ru’yah Hilal

Panduan Puasa

Panduan Tarawih

Qadha dan Fidyah

Sedekah Di Bulan Ramadhan

Lailatul Qadar, I’tikaf dan Nuzulul Qur’an

Kekeliruan Seputar Ramadhan

Fatawa Ramadhan

BONUS :

KUMPULAN KULTUM ROMADHON 2014

 

Download Jadwal Imsakiyah Terbaru Romadhon 1435 H Tahun 2014

jadwal-imsakiyah-1435-

Assalamu’alaikum shobat Nugie Outsider’s, Tak lama lagi Kita akan memasuki yang namaya Bulan Puasa/ Bulan romadhon, tentunya banyak sakali yang membutuhkan jadwal imsakiyah bukan,,heee saya berbaik hati kepada agan sekalian akan saya berikan secara gratis alias kagak bayar….ya…

memang ada perbedaan dalam memulai romadhon itu tidak masalah, semua memakai dasar sendiri-sendiri…yang penting yakin saja. langsung saja gan di download.

Format JPEG

  1.  Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah DIY
  2. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Banda Aceh
  3.  Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Medan (Sumut)
  4. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Padang (Sumbar)
  5.  Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Pekanbaru (Riau)
  6. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Tanjung Pinang (Kepri)
  7. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Pangkal Pinang (Babel)
  8. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Palembang (Sumsel)
  9.  Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Semarang (Jateng)
  10.  Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Surabaya (Jatim)
  11. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Jakarta (DKI)
  12. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Bandung (Jabar)
  13. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Serang (Banten)

 

Format PDF

  1. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah DIY
  2. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Banda Aceh
  3. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Medan (Sumut)
  4. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Padang (Sumbar)
  5. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Pekanbaru (Riau)
  6.  Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Tanjung Pinang (Kepri)
  7. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Pangkal Pinang (Babel)
  8. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Palembang (Sumsel)
  9. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Semarang (Jateng)
  10. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Surabaya (Jatim)
  11. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Jakarta (DKI)
  12. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Bandung (Jabar)
  13.  Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Serang (Banten)

Format PDF

  1. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Banda Aceh_NAD
  2. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Medan (Sumut)
  3. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Padang (Sumbar)
  4. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Pekanbaru (Riau)
  5. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Tanjung Pinang (Kepri)
  6. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Pangkal Pinang (Babel)
  7. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Palembang (Sumsel)
  8. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Semarang (Jateng)
  9. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Surabaya (Jatim)
  10. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Jakarta (DKI)
  11. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Bandung (Jabar)
  12. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Serang (Banten)
  13. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Sulawesi Barat
  14.  Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Sulawesi Selatan
  15. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Sulawesi Tengah
  16. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Sulawesi Tenggara
  17. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Gorontalo
  18. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Sulawesi Utara
  19. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Maluku Utara
  20.  Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Maluku
  21. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Papua Barat
  22. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Papua Tengah
  23. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Papua
  24. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Denpasar (Bali)
  25. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Bengkulu
  26. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Jambi
  27. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Lampung
  28. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Kalimantan Barat
  29.  Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Kalimantan Tengah
  30. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Kalimantan Selatan
  31. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah Samarinda (Kaltim)
  32. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah NTT (Kupang)
  33. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah NTB (Mataram)
  34. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H wilayah DIY

Kesulitan Download Silahkan Hubungi saya : Nugie Outsider’s

PERSIAPAN MENGHADAPI BULAN ROMADHON TERBARU 2014

PERSIAPAN MENGHADAPI BULAN RAMADH

Alhamdulillah Tausyiah tadi Malam Q dapat dari Bp KH. Zamari Dari Kepek Wonosari di Masjid Kerdon

kira2 seperti dibawah ini…..sunggung mempertebal Kaimananku dan semngat meraih dan memborong pahala di Bulan romadhon nanti

 

I. BULAN RAMADHAN

Bulan Ramadhan yang insya Allah sebentar lagi akan kita masuki, adalah bulanyang sangat mulia, bulan tarbiyah(pembinaan) untuk mencapai derajat yang paling tinggi, paling mulia:derajat taqwa.

“Haiorang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkanatas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS Al Baqarah: 183).

“Sesungguhnyaorang yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling bertaqwa.” (QS Al Hujurat: 13).

Predikat taqwa ini tidak mudah untuk diperoleh. Iabaru akan diperoleh manakala seseorang melakukan persiapan yang cukup, dan mengisi bulan Ramadhanitu dengan berbagai kegiatan yang baik dan mensikapinya dengan benar.

 

II. MINIMAL ADA TIGA HAL YANG PERLU DIPERSIAPKAN

Minimal ada tiga hal yang perlu dipersiapkan dalammenyongsong bulanRamadhanyang penuh berkah itu:

1. Persiapan Ruh dan 2.Jasad.

Dengan cara mengkondisikan diri agar pada bulanSya’ban (bulansebelum Ramadhan)kita telah terbiasa dengan berpuasa. Sehingga kondisi ruhiyah imaniyahmeningkat, dan tubuh sudah terlatih berpuasa Dengan kondisi seperti ini, makaketika kita memasuki bulan Ramadhan, kondisi ruh dan iman telahmembaik, yang selanjutnya dapat langsung menyambut bulanRamadhan yang mulia inidengan amal dan kegiatan yang dianjurkan. Di sisi lain, tidak akan terjadi lagigejolak phisik dan proses penyesuaian yang kadang-kadang dirasakan oleh orang-orangyang pertama kali berpuasa, seperti: lemah badan, demam atau panas dingin dansebagainya.

Rasulullah saw menganjurkan kepada kita agar kitamemperbanyak puasa sunnah padabulan Sya’ban ini dengan cara memberikan contohlangsung danaplikatif. ‘Aisyah RadhiyaLlahu ‘anha berkata: ”Rasulullah saw berpuasa, sampai-sampai kamimengiranya tidak pernah meninggalkannya”. Demikian dalam riwayat Bukharidan Muslim.

Dalam riwayat lain dikatakan bahwa: ”Beliau melakukan puasa sunnah bulanSya’ban sebulan penuh, beliau sambung bulan

itu dengan Ramadhan”.(Haditsshahih diriwayatkan oleh para ulama’ hadits, lihatRiyadhush-Shalihin, Fathul Bari, Sunan At-Tirmidzi dan lain-lain).

Anjuran tersebut dikuatkan lagi dengan menyebutkankeutamaan bulanSya’ban. Usamah bin Zaid pernah bertanya kepada Rasulullah saw. Katanya: ”Ya Rasulullah, saya tidak melihat engkauberpuasa pada bulanbulanyang lain sebanyak puasa di bulan Sya’ban ini?” Beliau saw menjawab: ”Itulah bulan yang dilupakan orang, antara Rajab danRamadhan,bulanditingkatkannya amal perbuatan kepada Allah swt Rabbul ‘Alamin. Dan aku inginamalku diangkat sedang aku dalam keadaan berpuasa”. (HR An-Nasa-i).

2. Persiapan Materi.

Bulan Ramadhan merupakan bulan muwaasah (bulan santunan). Sangat dianjurkanmemberi santunan kepada orang lain, betapapun kecilnya. Pahala yang sangatbesar akan didapat oleh orang yang tidak punya, manakala ia memberikepada orang lain yang berpuasa, sekalipun Cuma sebuah kurma, seteguk air atausesendok mentega.

 

Rasulullah saw pada bulan Ramadhan ini sangat dermawan,sangat pemurah. Digambarkan bahwa sentuhan kebaikan dan santunan Rasulullah sawkepada masyarakat sampai merata, lebih merata ketimbang sentuhan angin terhadapbenda-benda di sekitarnya.

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”

Hal ini sebagaimana diceritakan olehIbnu Abbas RadhiyaLlahu ‘anhu: ”Sungguh, Rasulullah saw saat bertemu denganmalaikat Jibril, lebih derma dari pada angin yang dilepaskan”. (HRMuttafaqun ‘alaih).

Santunan dan sikap ini sudah barang tentu tidakdapat dilakukan dengan baik kecuali manakala jauh sebelum Ramadhan telah ada persiapanpersiapanmateri yang memadai.

mari shobat berburu Pahala di Romadhon nanti…………………..

download file lengkapnya
sumber :

KHUTBAH JUM’AT TERBARU 2014~ ETOS KERJA

PEMBUKAAN KHUTBAH

Saudaraku rahimakumullah,

Kita baru saja masuk pada bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan Allah seperti firman Allah dalam QS Attaubah: 36

[9.36] Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

selengkapnya bisa anda DOWNLOAD DISINI